Daftar Blog Saya

Coba Deh Jualan Korupsi Di Indonesia, Pasti Laris


Di Amerika Serikat pernah hidup seorang lelaki yang bernama Theodore H White. Sebagai seorang wartawan wartawan, White punya ide yang cemerlang mengenai pemilu yang empat tahun sekali  digelar di negerinya.

Apa idenya itu?  Kebelet mendaftarkan diri sebagai caleg salah satu dua parpol yang ada di sana? Sama sekali bukan. Mungkin dia sudah haqqul yakin bahwa pers adalah kekuatan ke-4 dalam sebuah negara demokrasi, selain kekuatan Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif. Jadi, dengan menjadi wartawan saja sudah jauh lebih dari cukup.

Ide cemerlang wartawan majalah Time dan surat kabar The New York Time itu adalah menulis buku mengenai pemilu. Demikianlah selama empat tahun sekali, theodore H White menerbitkan buku berjudul "The Making of President."

Di Indonesia, kalau ada wartawan atau siapapun yang mau menulis buku tentu ilmu korupsi rasanya bisa laris juga dijual. Bukan hanya di dalam tetapi juga di luar negeri. Di dalam negeri, buku semacam itu potensial laris karena sampai sekarang masih cukup banyak - kalau bukan kian banyak - orang yang tampaknya berminat korupsi. Sedangkan diluar negeri, akan berpotensi laku keras, mengingat sekarang negera kita adalah salah satu negara dengan tingkat korupsi yang tinggi di dunia.

Anda jangan tertawa dulu dan buru-buru pesimis bila berniat menjual hal-ihwal korupsi. Sebab sekarang ada beberapa negara yang sukses menjual sesuatu yang berkaitan dengan korupsi.

Di Cina, negara yang dikenal sangat keras hukumannya terhadap koruptor, Fan Jian-chuan akan mendirikan museum korupsi. Konon di sana akan dipajang photo-photo dari mereka yang dianggap paling korup di abad terakhir ini.

Di Ceko, sejak tahun lalu acara "wisata korupsi" menjadi salah satu andalan devisa negara pecahan Ceko-slowakia tersebut. Dalam tur wisata ini orang diajak mengunjungi lokasi atau bangunan yang berkaitan dengan skandal korupsi yang pernah terjadi disana. Terutama yang ada di Praha.

Di Yunani, rumah bekas Menteri Pertahanan Akis Tsochatzopoulos, kini menjadi monumen korupsi yang menjadi objek kunjungan banyak orang yang berwisata ke negeri yang pernah melahirkan banyak pemikir kaliber dunia.

Karena sampai hari ini belum ada satu pun orang atau negara, yang menulis dan menerbitkan buku tentang ilmu korupsi. Apa iya kalau orang Indonesia melakukannya tidak akan laris? Bukankah nyaris sudah tidak ada lagi yang tidak dikorupsi di negeri kita sekarang ini? Hayo, siapa yang mau mencoba peluang ini? Kalau laris uangnya kan bisa digunakan untuk "membeli" jabatan yang anda impi-impikan selama ini. Asalkan saja jangan memulainya dengan bismillah. Apalagi dengan membaca Alfatihah.

0 komentar:

Posting Komentar